• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Gubernur Sultra Ikuti Latihan Militer di Natuna

19 May
18:38 2017
0 Votes (0)

KBRN, Kendari: Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mendapat kehormatan bersama sejumlah gubernur lainnya di Indonesia untuk menyaksikan  latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Jum’at (19/5/2017).

Selama berada di Natuna, Nur Alam mengikuti serangkaian kegiatan diantaranya, latihan menembak menggunakan senjata laras panjang jenis Senapan Serbu (SS2) dan pistol P2-FN dengan didampingi instruktur dari TNI. Nur Alam bersama 23 gubernur lainnya juga mengenakan pakaian militer, serta wajah mereka juga diberi Camouflage TNI.

Kepala Penerangan Korem 143 Halu Oleo Kendari Mayor Inf Azwar Dinata menjelaskan, kehadiran orang nomor 1 di Sulawesi Tenggara tersebut atas undangan resmi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Selain itu, turut hadir Komandan Korem 143 Halu Oleo Kolonel Inf. Andi Perdana Kahar. 

“Acara itu memang mereka ada undangan khusus dari Panglima untuk mengikuti pembaretan dan latihan militer khusus untuk gubernur,” tutur Mayor Inf Azwar Dinata.

Hasil menembak para Kepala Daerah ini, diketahui Gubernur Lampung Ridho Fikardo meraih nilai tertinggi sebanyak 99 point. Disusul Gubernur Jambi Zumi Zola dengan nilai 86 point. Kemudian Gubernur Kalteng, Gubernur Kalimantan Tengah Sukamto dengan jumlah nilai 78 point dan Gubernur NTB Zainul Majdi dengan nilai 72 point. Sementara Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam hanya meraih 45 point.

Latihan yang digelar di pulau terdepan Indonesia inI melibatkan 5.899 pesonel. Selain itu, latihan ini juga menggunakan ratusan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

Latihan ini mempertontonkan simulasi perang udara, terjun payung, serangan tank, hingga simulasi evakuasi. Ledakan demi ledakan terdengar di penjuru Tanjung Datuk yang disaksikan langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Tujuan latihan PPRC adalah untuk penindakan terhadap gerakan separatis. (FM/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00