• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Penganut Banakeling, Gelar Tradisi Unggah-unggahan

19 May
13:17 2017
0 Votes (0)

KBRN, Banyumas : Ribuan anak cucu Banakeling, hari Jumat ( 19/5/2017) mengikuti acara puncak  Unggah-Unggahan, yang berlangsung di Makam Banakeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Dengan pakaian berwarna serba hitam, berpenutup kepala udeng dan blangkon, bagi anak cucu Banakeling  berjenis kelamin pria. Sedangkan kaum wanita,mempergunakan baju serba putih dan memakai kain jarit.

Satu persatu ribuan orang ini, berdoa di makam  Banakeling, selanjutnya diakhiri dengan makan bersama atau syukuran.  

Budayawan Banyumas, Ahmad Tohari mengatakan Unggah-unggahan meruapakan symbol dari masyakakat Islam awal yang ada di Jawa, sebagai ritus keagaman yang dilakukan setiap tahunya, menjelang bulan puasa. Hal ini dilakukan sebagai bagian, melesatrikan ajaran yang sudah turun temurun.

Ahmad Tohari yang berada tidak jauh dari Pekuncen menjelaskan anak cucu atau pengkikut Banakeling, menganut ajaran islam, namun ajaran ini ajaran islam awal di tanah Jawa.

“Itu merupakan ritus, bagi mereka ini merupakan ajaran dari tokoh mereka. Karena mereka yakin ajaran itu benar, dan itu merupakan ritus agama. Kalau menurut pengamatan saya, ini merupakan suatu symbol, dari sebuah tradisi Islam Jawa awal,”kata Ahmad Tohari di Jatilawang.

Sementara itu, juru bicara Komunitas Adat Bonokeling Sumitro mengungkapkan Unggah-unggahan merupakan ritual mempersiapkan atau dalam bahasa Banyumas mengungah, kepada bulan puasa.

Kegiatan ini juga diawali dengan berbagai rangkain, termasuk musyawarah untuk menentukan waktu unggah- unggahan, kemudian tradisi Mlampah, bagi pengikut Banakeling berasal dari wilayah Cilacap.

“Kita akan melakukan doa bersama, karena supaya kita tetap menjaga kearifan local. Kita juga menjaga tradisi yang telah ada, agar sesuai dengan harapan kami trah Banakeling,” kata Sumitro.

Pengikut Banakeling sesampainya di sekitar Makam Banakeling Kamis (18/5/2017), mereka menghadap atau sowan ke masing-masing ketua adat yang berada di rumah Bedogol. Mereka juga memanjatkan doa di rumah Bedogol agar kegiatan  unggah-unggahan berjalan lancar. (RA/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00