• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Awali Kegiatan Ungah- Ungahan, Ribuan Anak Cucu Banakeling Lakukan Tradisi Mlampah

18 May
15:03 2017
0 Votes (0)

KBRN, Banyumas : Ribuan anak cucu Banakeling dari wilayah Cilacap melakukan tradisi Mlampah (berjalan) puluhan kilometer menuju Makam Banakeling, yang berada di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Kamis (18/5/2017).

Ribuan anak cucu Banakeling berasal dari keterunan yang tinggal di wilayah Adireja, Kalikudi, Daun Lumbung dan Pekuncen Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

Salah satu Tokoh Banakeling dari wilayah Adireja, Marto mengatakan kegiatan Mlampah ini awal kegiatan Ungah-ungahan yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan hari Puasa.  

Setelah Mlampah, kemudian malam harinya melakukan kegiatan bermalam di sekitar Makam Banakeling, dilanjutkan sejumlah ritual. Pada Hari Jumat ( 19/5/2017) dilakukan upacara bersih kubur Banakeling, dilanjutkan doa dan diakhiri dengan makan bersama (syukuran).

Menurut Marto, meski harus berjalan sekitar 40 kilo meter menuju Desa Pekuncen, namun tidak ada rasa lelah. Hal ini dilakukan demi menjaga tradisi yang sudah turun -temurun.

"Kita melaksanakan kegiatan ini, meski berjalan jauh. Tapi kita sangat senang, diikuti oleh semua keturunan Banakeling, mereka datang dari berbagai wilayah termasuk dari Jakarta, demi melaksanakan tradisi ini. Jumlah peserta dari Adireja, ada 600 orang," kata Marto di remui RRI di wilayah Pesangrahan Cilacap.

Ribuan orang ini berhenti di sejumlah titik, diantaranya di Bukit Kaliurip yang berada di perbatasan antara wilayah Cilacap- Banyumas.

Dilokasi ini, tetua dan tokoh masing-masing garis keturunan Banakeling melaporkan diri kepada tokoh Banakeling lainya, yang berada di wilayah Desa Pekuncen Jatilawang.

Dalam tradisi Mlampah ini, mereka juga membawa sejumlah bekal diantaranya beras, sayuran hingga hewan ternak yang akan digunakan untuk acara syukuran esok hari.

Dalam melaksanakan kegiatan Mlampah ini, kaum lelaki memak ikat kepala atau blangkon, berbaju hitam khas Jawa. Untuk kaum perempuan mempergunakan kebaya, dan kain. (RA/ds)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00