• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Menkes: Data Tahun 2016, Sebanyak 54 Persen Penduduk Indonesia Merokok!

15 May
11:05 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan sebanyak 54 persen masyarakat Indonesia tahun 2016 adalah perokok. Menurut Menkes, kondisi ini sangat memprihatinkan kesehatan masyarakat Indonesia.

"Angka yang merokok di Indonesia selalu meningkat. Dan tahun 2013 sebanyak 36 persen dan 2016 sebanyak 54 persen yang merokok," kata Menkes Nila dalam sambutan di 4th Indonesian Conference on Tobacco or Health di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Kemenkes, lanjut Nila, memberikan apresiasi dengan tema tembakau adalah ancaman bagi masa depan Indonesia. Bagaimana kegalauan pemerintah dimana anak-anak telah merokok sebanyak 36 persen untuk anak laki-laki dan 20 persen anak perempuan. Dan yang memprihatinkan ada anak sejak dini merokok 2-5 tahun. 

"Setiap ada 660 orang dan penyakit tidak menular. Kita bersyukur tahun 2014 sudah menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," terangnya.

Jelas, di Indonesia biaya yang tertinggi penyakit tidak menular dengan jumlah Rp6,9 triliun dan bahkan Rp 7,6 triliun menurut data. Menkes melihat penting juga dalam pencegahan hipertensi. Oleh karena itu dasar dari semua ini perilaku. 

"Apakah kita kurang makan sayur dan buah. Dan konsumsi garam dan gula berlebih. Sekarang saya kira tidak boleh menaruh garam lebih di meja makan. Gula ini dimana-mana dan kami melarangnya makan gula berlebih. Lalu kita kurang aktifitas fisik dan merokok serta alkohol," imbuhnya. 

Dikatakannya, dengan bonus demografi 2030 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan anak-anak dewasa muda yang produktif. Sehingga kita bisa mendapatkan bonus demografi. Bila tidak dimanfaatkan akan jadi bencana. 

Epidemi konsumsi rokok di Indonesia telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Lebih dari sepertiga (36.3%) penduduk Indonesia dikategorikan sebagai perokok saat ini. 

Di antara remaja usia 13-15 tahun, terdapat 20% perokok dimana 41% diantaranya adalah remaja laki-laki dan 3,5% remaja perempuan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai pasar rokok tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India. Prevalensi perokok Laki-laki dewasa di Indonesia bahkan yang paling tinggi (68,8%) di dunia. (SAS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Jubir KPK: Pemda di Malang Raya Tak Serius Cegah Korupsi

00:00:00 / 00:00:00