• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Belasan Ribu Ton Gula yang Masuk dari PLBN Entikong

17 February
21:38 2017
2 Votes (5)

KBRN, Entikong : Kepala Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat, Syaifullah Nasution mengatakan selama tahun 2016 lalu, lebih kurang 17 ribu ton gula dari Malaysia yang masuk ke Kalimantan Barat melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau.

“Dari statistik data yang saya lihat, tahun lalu itu masih banyak gula impor yang masuk lewat PLBN Entikong ini, sekitar 17 ribu ton selama setahun,” kata Syaifullah Nasution, usai melakukan pemusnahan 62,8 ton gula hasil penindakan selama selama 2014-2016 di Entikong, Jumat (17/2/2017).

Kemana dan siapa yang mengkonsumsi 17 ribu ton gula impor dari PLBN Entikong itu? Sementara, kebutuhan gula bagi masyarakat di 2 Kecamatan lini satu perbatasan Kabupaten Sanggau, yang diperbolehkan memasok gula dari Malaysia dengan fasilitas Kartu Identitas Lintas Batas (KILB) hasil kesepakatan sosial ekonomi Malaysia-Indonesia, hanya 64 ton setiap bulan atau sekitar 780 ton dalam setahun.

“Makanya mulai Maret nanti kita buat kebijakan pembatasan impor gula, tidak bisa lagi itu masukkan gula sampai 3 karung 1 orang dalam sebulan. Karena tidak mungkin 1 orang mengkonsumsi gula sampai 3 karung dalam sebulan, bisa sakit gula itu orang,” ucapnya.

“Harus kita batasi itu, kita tidak mau ada tengkulak yang memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah untuk masyarakat Entikong dan Sekayam. Kita sudah putuskan ditingkat kantor wilayah satu KILB maksimal satu karung gula yang boleh dibawa masuk. Dan ini berlaku diseluruh PLBN yang terdapat di Kalimantan Barat, khususnya di Entikong,” tegasnya.

Syaifullah menandaskan, sesuai nawacita poin ke tiga yakni membangun Indonesia dari pinggiran dalam kerangka negara kesatuan sudah dibuktikan dengan pembangunan PLBN. PLBN itu harus difungsikan untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia, khususnya di perbatasan terutama untuk menggalakkan ekspor dan pariwisata.

“Jangan kita gunakan PLBN ini untuk memasukkan komuditi yang tidak diatur tata niaganya, yang tidak boleh dimasukkan. Kecuali nanti PLBN ini sudah dibuka sebagai pintu perdagangan internasional, tapi itu tetap akan tetap difasilitasi pemasukannya. Tetapi saat ini tidak bisa dulu untuk berdagang, hanya untuk konsumsi masyarakat perbatasan yang diijinkan pemasukkannya menggunakan KILB dengan jumlah terbatas,” pungkasnya. (DW/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00