• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Teknologi untuk Deteksi Penyelundupan Narkotika Perlu Ditingkatkan

17 February
20:06 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Berbagai upaya dan modus operandi yang dilakukan oleh bandar narkotika untuk mengedarkan barang haram ke Indonesia. Bandar narkotika menyadari bahwa Indonesia merupakan pasar besar karena memiliki jumlah penduduk yang besar.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso mengatakan sarana untuk mendeteksi narkotika yang akan diselundupkan di Indonesia, harus selalu ditingkatkan baik teknologi dan telekomunikasi karena bandar dengan uang besar, memiliki teknologi diatas rata-rata. Para bandar selalu mempelajari sisi kelemahan Indonesia terutama dari sisi teknologi.

“Selalu diatasi kita dan mereka lihat perkembangan teknologi. Misal kita tingkat dua, mereka sudah tingkat tiga. Tujuannya agar tidak terusik. Peralatan harus ikut perkembangan zaman. Kalau tidak, kita bisa ketinggalan. Kasus Lapas, kenapa kita kebobolan jaringan karena mereka menggunakan teknologi yang lebih tinggi dari kita. Mereka bisa diatas kemampuan negara karena bicara uang besar,” ujar Budi Waseso kepada wartawan, Jumat (17/2/2017).

Disinggung mengenai sarana alat deteksi yang dimiliki oleh bandar udara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I, Budi mengatakan secara umum memadai namun  harus tetap ditingkatkan.

“Memang secara umum memadai namun dikaitkan perkembangan permasalahan narkotika, maka kita harus berpacu mengikuti perkembangan. Jaringan narkotika selalu melihat kemampuan yang kita miliki. Misal dikala alat kita kemampuannya dua digit, mereka akan mengemas barang ini kemampuannya tiga digit sehingga barang lolos. Maka kita harus mengikuti perkembangan itu. Teknologi apapun, tidak hanya teknologi namun telekomunikasi harus ditingkatkan,” terangnya.

Angkasa Pura I mengelola 13 bandara dan Strategic Business Unit (SBU) di Indonesia seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggang Balikpapan, Bandara Frans Kaisiepo Biak.

Selanjutnya Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adisutipto Yogyakarta, Bandara Adi Soemarno Surakarta, Bandara Internasional Lombok Praya, Bandara Pattimura Ambon, Bandara El Tari Kupang, dan Ngurah Rai Commercial SPBU Bali.

Direktur Utama Angkasa Pura I Danang S Baskoro mengakui dari sarana yang dimiliki bandara untuk mendeteksi narkotika masih terbatas. Namun pihaknya berusaha untuk meningkatkan teknologi.

“Kami punya keterbatasan. Tetapi regulasi kita nasional maupun internasional. Secara umum bandara kita sama dengan bandara di Singapura. Peralatan kita sudah kita sesuaikan dengan bandara internasional nasional ,” ujar Danang. (Sgd/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00