• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

PPK Kecamatan Morotai Timur, Saksi Balap dan Ketua PPS Jadi Korban

17 February
19:07 2017
0 Votes (0)

KBRN, Morotai : Massa aksi dari pasangan calon nomor urut 2, Ali Sangaji, siang hingga sore ini melakukan pemboikotan proses rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan yang rencananya akan di lakukan hari ini di tingkat PPK desa Sangowo Kec. Morotai Timur.

Penolakan rekapitulasi suara di tingkat PPK yang ditolak itu, karena massa menilai masih ada banyak kecurangan dan pelanggaran yang terjadi pada pilkada Rabu kemarin salah satunya money politik yang dilakukan pasangan nomor urut 1 Beny Laos - Asrun Padoma (Balap).

Selain melakukan pemboikotan aktifitas rekapitulasi tingkat PPK, massa juga melakukan pemukulan dan pelemparan yang mengakiibatkan saksi dari pasangan nomo 1 yakni Balap dan ketua PPS mengalami luka sobek di bagian kepala.

"Saya tidak tau apa-apa, tiba-tiba saya dengan ada suara kursi patah di bagian belakang, pas saya tengok ke belakang ternata mereka (pendukung Aliyuk) telah memukul ketua PPK sampai berdara,"ungkap saksi pasangan Balap Feri Lewasiwal yang juga anggota DPRD Morotai dari fraksi PDIP saat ditemui Reporter RRI di Mapolres Morotai.

Dia juga menjelaskan, selain massa memukul ketua PPK, masa juga melenpar dirinya menggunakan kursi.

"Saya liat kejadian itu, saya langsung beres-beres berkas, tapi saya dilempar oleh massa menggunakan kursi, makanya kepala saya robek,"ceritanya.

Ketua PPS Boho-Boho Makron Brabal juga mengatakan, dalam kejadian itu, pihaknya tidak mengetahui apa-apa, namun dirinya mengakui bahwa sebelum kejadian memang ada yang melihat dirinya dengan tatapan marah.

"Saya menang tidak tau, setelah dipukul saya langsung lari keluar dan disitu langsung ada anggota yang bawa saya ke puskesmas,"akunya.

Terpisah, Wakapolda Maluku Utara (Malut) Kombes (Pol) Immanuell Larosa mengatakan, untuk tuntutan yang disampaikan masa aksi itu, tentunya ada proses namun hal itu masih akan tetap melalu proses dan tahapan-tahapan yang ada, sementara untuk insiden pemukulan itu pihaknya akan menindaklanjuti dan jika pelaku itu sudah ditemukan maka akan di proses.

"Kita lakukan penyidikan dulu, kalau ada pelaku langsung kita proses hukum,"tegasnya mengakhiri. (Ir-One)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00