• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Ketua Koni Depok Digugat di PN Depok

17 February
18:49 2017
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Pemilihan Ketua Umum Koni Depok Periode 2017-2021 dalam Musyawarah Olahraga Kota Depok (Musorkot) 2017, kembali digelar besok, Sabtu (18/02/2017). 

Sebelumnya pada Sabtu (11/02) lalu, Musorkot 2017 sempat Deadlock, karena terjadi ketidak sepahaman diantara pengcab (pemilik suara) terhadap pencalonan kembali Amry Yusra, Ketua Umum Koni Depok periode 2010-2012 & 2012-2016.

Beberapa pengcab, beranggapan bahwa Amry Yusra sudah termasuk menjabat sebagai Ketua Umum Koni Depok selama 2 masa bakti. Hal ini jika mengacu pada AD/ART Koni tahun 2014 Pasal 19 Ayat 3,    maka pencalonan kembali Amry tidak sah.

Sementara itu, pengcab-pengcab pendukung Amry, tidak sependapat dengan kubu yang menolak pencalonan kembali Amry. Menurut mereka masa bakti Amry Yusra sebagai Ketua Umum Koni Depok baru satu setengah masa bakti. Karena pada masa bakti pertama, Amry hanya melanjutkan periode sebelumnya di tahun 2010-2012.

Inilah, alasan kenapa Musorkot Depok 2017 minggu lalu akhirnya ditunda oleh Ketua Sidang Musorkot 2017, Nina Suzana atas persetujuan Utusan Koni Jabar, Amin dan Ali untuk membawa persoalan ini ke Pimpinan Koni Jabar.

Ketua Sidang Musorkot Depok 2017, Nina Suzana mengatakan agenda Musorkot lanjutan akan digelar besok, di Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Beji, Depok. Dia mengaku sudah mendapat surat rekomendasi dari Koni Jabar untuk melanjutkan kembali Musorkot 2017 yang sempat ditunda minggu lalu itu.

"Iya saya sudah mendapat surat rekomendasi untuk kembali menggelar Musorkot. Tapi apa hasil dari Rapat Pimpinan Koni Jabar terkait apakah Amry tetap boleh malencalonkan atau tidak saya belum mendapat hasilnya. Rencananya, hasil rapat itu akan dibacakan utusan Koni Jabar besok di Musorkot," kata Nina saat ditemui Radio Republik Indonesia, di Gedung Baleka I, Pemkot Depok, Jumat (17/02/2017).

Terpisah Ketua Bidang Organisasi Koni Jabar, Muhammad Amin Fauzi mengatakan hasil rapat terkait perdebatan pencalonan kembali Amry dikalangan pengcab Koni Depok, yang mengakibatkan Musorkot Depok ditunda, adalah dua-duanya calon (Amry Yusra-Agustinus) boleh maju.

"Dua-duanya boleh maju," ujar Amin singat ketika dikonfirmasi RRI lewat seluler.

Maka dapat disimpulkan bahwa, Koni Jabar menganggap bahwa jabatab Amry sebagai Ketua Umum Koni Depok, belum dua masa bakti, sehingga yang bersangkutan (Amry) bisa tetap maju sebagai calon. Atau apakah ada alasan lainnya?. 

Padahal, di AD/ART Koni Tahun 2014 dikatakan "Jabatan Ketua Umum KONI Kabupaten/Kota hanya dapat dijabat oleh orang yang sama paling banyak dua masa bakti". Sehingga pencalonan Amry kontradiktif dengan AD/ART Koni Tahun 2014. Dalam hal ini Koni Jabar dapat dikatakan menggunakan standar ganda.

Pakar Hukum, Muhammad Razali Siregar berpendapat bahwa seseorang yang menjabat sebagai pemimpin di periode sebelumnya, terlepas dia itu hanya menjabat 2 tahun, 1 hari atau1 bulan, itu dikategorikan kedalam masa bakti yang sama atau dianggap satu masa bakti.

Jadi ini dalihnya, apakah jika memimpin ditengah periode dapat dikatakan satu masa bakti dalam hal ini jabatan Ketua Umum Koni Amry yang meneruskan pada tahun 2010-2012. Jawabanya itu satu masa bakti meskipun dia hanya melanjutkan periode yang ditinggalkan di tengah jalan. Karena disitu ada proses Musorkotlub dan ada SK Koni Jabar.

"Itu masa bakti yang sama walaupun dia baru menjabat dua tahun. Artinya periode 2010-2012 Amry itu tetap dianggap satu masa bakti," ujar Razali kepada RRI di PN Depok.

Beberapa pengcab Koni Depok selaku pihak yang menolak pencalonan kembali Amry Yusra telah melayangkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Depok, Kamis (16/02).

Mereka yang menggugat adalah Sutikon pengcab PERKEMI, Andi Rahmat Dian pengcab PTSI dan Yongki Tambayong pengcab GABSI.

Kepala Seksi Perdata Pengadilan Negeri Depok, Ria Wahyuni ketika dikonfirmasi RRI di PN Depok, membenarkan hal tersebut. Saat ini berkas gugatan nomor 30/PDT.G/2017/PN.DPK itu sedang di disposisi ke Ketua PN Depok, Syahlan untuk menunjuk Majelis Hakim yang akan menangani kasus tersebut.

"Benar ada laporan terkait Ketua Koni Depok Amry Yusra dan berkasnya sudah saya verifikasi. Kasus ini akan diproses secepatnya," ungkap Ria kepada RRI di PN Depok. (RL/AA)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Afrizal Aziz

    Redaktur Pro 3 RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00