• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Indonesia Terus Dorong Disepakatinya Dokumen Tentang Perlindungan Buruh Migran

17 February
17:13 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : “Document of protection and promotion of the rights of migrant workers” atau dokumen mengenai perlindungan dan promosi terhadap hak-hak buruh migran, terus menjadi fokus pemerintah Indonesia didalam keanggotaan ASEAN.

Direktur kerjasama sosial budaya ASEAN kementerian luar negeri, George Lantu, menyatakan, Indonesia menilai keberadaan dokumen bagi perlindungan terhadap buruh migran itu sangat penting, khususnya bagi pihak Indonesia yang selama ini juga menjadi bagian negara penyalur tenaga kerjanya terbesar ke luar negeri.

Dijelaskan George Lantu, sayangnya memasuki 10 tahun negosiasinya, terdapat 3 hal yang masih menjadi pembahasan alot dan terbentur dengan kondisi dalam negeri di sejumlah negara anggota.

“Kalau bisa di legaly binding kan (legal mengikat) kalau disepakati, maka itu (dokumen) akan sangat baik. Kita berharap itu inklusif proteksinya, harus ikutserta melindungi keluarga. Dia harus bisa diberi akses kesehatan dan akses pendidikan. Undocumented dalam hal ini adalah orang Indonesia yang pergi untuk bekerja ke negara ASEAN dengan resmi, kemudian menjadi undocumented karena situasi. Misalnya, karena dokumen mereka dipegang oleh majikannya atau organisasi tertentu yang memberikan mereka pekerjaan,” papar George Lantu ketika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Sementara, disisi lain mengingat mendesaknya keberadaan dokumen perlindungan bagi buruh migran, Indonesia mendorong agar dapat disepakati pada April mendatang.

George Lantu menyatakan pada pertemuan yang berlangsung di kota Davao, Filipina, pada 18 hingga 23 Februari 2017, Indonesia menjadikan pembahasan mengenai dokumen perlindungan terhadap hak-hak buruh migran menjadi fokus utama pada pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan 10 negara anggota ASEAN itu.

“Selain Indonesia menilai pula 10 negara anggota ASEAN perlu berkomitmen dalam membahas dan melahirkan dokumen lain yang merupakan turunan dari Cebu Declaration tahun 2007 lalu. Salah satunya seperti “Document of protection and promotion of the rights of migrant workers,” tutupnya. (RM/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00