• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Bau Nyale Event Budaya Lokal Memiliki Nilai Jual Tinggi

16 February
14:29 2017
0 Votes (0)

KBRN, Mataram: Ivent bau nyale yang menjadi agenda rutin tahunan ini memberi multiplayer efek terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat jika dikemas dengan sebaik mungkin.

Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten Lombok Tengah semaksimal mungkin menggandeng pihak pengusaha terlibat aktif dalam kegiatan bau nyale yang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas.

Pengamat Ekonomi Universitas Mataram Doktor Firmansyah mengatakan, ketertarikan masyarakat untuk berkunjung menikmati bau nyale ini seharusnya lebih dimanfaatkan sebab secara lokal telah menjadi daya tarik tersendiri yang membuat masyarakat untuk hadir dalam meramaikan kegiatan tersebut.

Secara nasional bau nyale ini harus terus dieskplor sehingga gaungnya lebih diketahui wisatawan agar mereka semakin tertarik untuk berwisata sambil terlibat langsung di ivent bau nyale tersebut.

“Kita punya banyak kearifan kearifan yang bisa mendatangkan orang dan ini yang dikejar oleh daerah daerah lain di Indonesia bahkan di dunia. Bahkan mereka mengkreasi secara sengaja kita inikan bukan sengaja sebab dari awal sudah ada secara kultural, inikan menarik,” katanya kepada RRI, Kamis (16/2/2017).

Pemerintah saat ini harus benar benar membangun, mendesain dan mengkomersilan kegiatan ini secara  baik sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

Firmansyah mengakui, cukup banyak yang dapat diperoleh melalui ivent bau nyale selain dari sisi pariwisata dan ekonomi, masyarakat memperoleh pendidikan sejarah dari bau nyale yang ada di Kabupaten Lombok Tengah.

Melalui pendidikan itu maka para budayawan lokal bisa memberikan informasi yang akurat sehingga bau nyale ini tetap lestari dan terpatri dihati masyarakat NTB khususnya masyarakat sasak.

“Sisi-sisi positif dari iven ini sangat banyak sehingga kedepan semakin di kreasikan lebih maksimal lagi tidak saja bagi ekonomi juga bagi pendidikan,” imbuhnya. (HS/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00