• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Industri Pariwisata Butuh 2,5 Juta Tenaga Kerja Bersertifikasi Standar ASEAN

14 February
13:30 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kebutuhan tenaga kerja di sektor pariwisata terbagi tiga kelompok, menurut Deputi Menteri Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, Ahmad Syah, yakni kelompok langsung, kelompok tidak langsung, dan kelompok terdampak industri parisiwata, dengan kebutuhan 2,5 juta pekerja atau 30% berasal dari kelompok langsung.

Ahmad Syah mengatakan kepada RRI, Selasa (14/2/2017), bahwa kebutuhan pekerja pariwisata kelompok tidak langsung mengambil porsi 50% dan kelompok terdampak 20%, dan di tahun 2017 ini pemerintah membutuhkan 2,5 juta tenaga kerja industri pariwisata yang memiliki sertifikasi berstandar ASEAN.

"Jadi tenaga kerja yang langsung yang dibutuhkan oleh industri pariwisata dengan kualifikasi yang beraneka ragam, mulai dari industri perhotelan, perjalanan wisata, kemudian pemandu wisata, dan banyak sekali. Sektornya itu ada 16 sektor yang diperlukan di industri pariwisata sesuai dengan kesepakatan 10 Menteri Pariwisata ASEAN yang sudah ditandatangani bersama," kata Ahmad.

Ia mengatakan target 2,5 juta tenaga kerja industri pariwisata di tahun 2017 akan tercapai dengan banyaknya sekolah vokasi, sekolah tinggi, dan perguruan tinggi yang ada di tanah air.

Sementara, terkait pemenuhan sertifikasi profesi pekerja pariwisata, ia mengatakan sertifikasi bisa dilakukan secara silang wilayah dari wilayah lain bila tidak ada lembaga sertifikasi di satu daerah. (NGH/Foto: Antara/BCS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00