• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Optimalkan Zero Asap,Pemprov Sumsel Himbau Masyarakat Patuhi Perda

10 January
20:09 2017
0 Votes (0)

KBRN, Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menghimbau masyarakat untuk mematuhi Perda No. 8 Tahun 2016 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang melarang masyarakat untuk melakukan pembakaran diruang terbuka dengan alasan apapun.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya bencana kabut asap dengan semakin terbukanya potensi kebakaran hutan dan lahan menyusul prakiraan cuaca dari BMKG tentang musim kemarau yang cukup panjang sebagai dampak dari fenomen Elnino di tahun 2017.

Kepala Bappeda Sumatera Selatan,Ekowati Retnoningsih, mengungkapkan, masyarakat yg sebelumnya membuka lahan dengan cara membakar kini dapat diancam hukuman pidana dengan mulai diberlakukannya Perda ini. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk mulai menggunakan metode lain dalam membuka lahan.

"Dengan adanya Perda,kalau membuka lahan pertanian jangan dengan cara membakar. Gunakanlah cara lain, para petani saya rasa lebih mengerti caranya bagaimana," ujar Eko usai acara Panel Diskusi Kolaborasi Multi Pihak : ‘Paradigma Baru Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan’ di Palembang, Selasa (10/1/2017).

Ekowati mengaku Pemprov Sumsel mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk upaya pencegahan karhutla untuk tahun ini. Untuk pengelolaan diluar lahan konsesi, Sumatera Selatan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp.120 milyar dari dana APBN melalui Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk pembuatan sekat kanalPemerintah Provinsi Sumatera Selatan menghimbau masyarakat untuk mematuhi Perda No. 8 Tahun 2016 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang melarang masyarakat untuk melakukan pembakaran diruang terbuka dengan alasan apapun.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya bencana kabut asap dengan semakin terbukanya potensi kebakaran hutan dan lahan menyusul prakiraan cuaca dari BMKG tentang musim kemarau yang cukup panjang sebagai dampak dari fenomen Elnino di tahun 2017.

Kepala Bappeda Sumatera Selatan,Ekowati Retnoningsih, mengungkapkan, masyarakat yg sebelumnya membuka lahan dengan cara membakar kini dapat diancam hukuman pidana dengan mulai diberlakukannya Perda ini. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk mulai menggunakan metode lain dalam membuka lahan.

"Dengan adanya Perda,kalau membuka lahan pertanian jangan dengan cara membakar. Gunakanlah cara lain, para petani saya rasa lebih mengerti caranya bagaimana," ujar Eko usai acara Panel Diskusi Kolaborasi Multi Pihak : ‘Paradigma Baru Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan’ di Palembang, Selasa (10/1/2017).

Ekowati mengaku Pemprov Sumsel mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk upaya pencegahan karhutla untuk tahun ini. Untuk pengelolaan diluar lahan konsesi, Sumatera Selatan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 120 milyar dari dana APBN melalui Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk pembuatan sekat kanal. (RA/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00