• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

BATAN Bahas Sumber Radioaktif di Dunia

5 September
14:56 2016
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Puluhan ahli dan peneliti radioaktif dari sejumlah negara hadir dalam 2nd International Conference in The Sources, Effect and Risk of Ionizing Radiaton and 14th Biennial Conference of the South Pacific Environmental Radioactivity Association.

Kegiatan yang digagas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama South Pacific Environmental Radioctivity Association (SPERA) itu, berlangsung selama 5 hari (5-9 September 2016).

Kepala BATAN, Prof. DR. Djarot S. Wisnubroto kepada wartawan di Sanur, Senin (5/9/2016) menjelaskan, kegiatan itu untuk berbagi data dan informasi tentang sumber radiasi dari berbagai negara. Informasi yang dimaksud juga mencakup penggunaan sumber radioaktif dibidang industri, kesehatan dan pertambangan.

"Kita share kita bagikan, misalnya radiasi yang cukup tinggi ada di Indonesia atau luar negeri. Kemudian itu dishare seberapa besar dampaknya, tetapi Alhamdulillah selama ini dampaknya tidak ada," ucapnya.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Justin Lee pada kesempatan yang sama mengapresiasi penyelenggaraan Konferensi Internasional yang diinisiasi BATAN dan SPERA. Ia menyampaikan tenaga nuklir yang menyimpan potensi besar, telah memberikan manfaat bagi masyarakat Australia, utamanya untuk mendukung berbagai bidang seperti pertanian dan kesehatan.

"Sebenarnya nuklir itu banyak manfaatnya. Seperti di Australia dapat dimanfaatkan untuk pertanian, pengobatan dan mengukur hal-hal lain yang bersifat alamiah," katanya.

Oleh karenanya Justin Lee menilai, berkumpulnya para pakar dan ahli termasuk peneliti dalam Konferensi sekaligus Seminar Internasional ini cukup efektif sebagai ajang berbagi pengalaman, dan pemaparan hasil-hasil penelitian dari berbagai negara. Selain itu, dengan kegiatan ini diharapkan dapat mempublikasikan dengan jelas, bahwa tenaga nuklir yang selama ini lekat dengan stigma negatif, juga dapat dimanfaatkan secara positif untuk kepentingan khalayak.

"Saya yakin dengan berkumpulnya para ahli-ahli ini akan menunjukkan hasil-hasil penelitian, dan kedepannya akan bermanfaat lebih baik kepada masyarakat," imbuhnya. (HRO/WDA

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00