• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Jember sekarang punya Rumah Budaya Pendalungan

3 May
11:16 2016
0 Votes (0)

KBRN, Jember :  Masyarakat di kabupaten Jember, sekarang ini patut bersyukur dengan berdirinya Rumah Budaya sebagai wujud dari aplikasi atas perpaduan budaya Jawa Mataraman dengan budaya Jawa yang sering di sebut dengan Pendalungan.

Rumah Budaya ini secara resmi di louncing Senin Malam (2/5/2016) di Warung Kembang Desa Pancakarya Kecamatan Pancakarya oleh Wakil Bupati Jember KH. Muchit Arif yang dalam kesempatan itu ikut menyaksikan pagelaran seni Pendalungan .

Louncing Rumah Budaya Pendalungan yang disiarkan LPP RRI Jember itu, mendapat antusias tinggi dari para pelaku seni budaya dan pengrajin khas daerah pendalungan.

Wakil Bupati KH, Muchit Arief dalam sambutan peresmian Rumah Budaya mengaku sangat bersyukur dengan adanya Rumah Budaya dengan merealisasikannya melalui Warung Kembar  yang sekaligus menunjukkan akulturasi budaya Jawa dan Madura sebagai sebuah perpaduan harmonis .

“Kita sangat bersyukur, LPP RRI mampu dan terus menerus menyuarakan tentang perlunya membangkitkan sekaligus melestarikan budaya pendalungan, mengingat nilai-nilai positip yang terkandung di dalamnya, mampu menjadi pemersatu sekaligus sebagai upaya ketahanan terhadap masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kaidah dan norma bagi bangsa Indoensia.”

Katanya, untuk wilayah Jawa Timur sendiri, istilah budaya Pendalungan sebenarnya berangkat dari suatu komunitas yang tersebar di pesisir Pantai Utara  dan sebagian Pesisir Selatan Jawa Timur bagian timur. Komunitas Pandalungan antara lain tinggal di wilayah Kabupaten dan Kota PasuruanKabupaten dan Kota ProbolinggoKabupaten LumajangKabupaten Jember, dan Kabupaten Bondowoso.

Di bagian lain pada kesempatan yang sama, menurut Dandik selaku pengelola Rumah Budaya yang direpresentasikan melalui Warung Kembang Pendalungan mengaku sangat terkejut sekaligus gembira mengingat antusias pejabat serta pelaku seni pendalungan sangat tinggi.

“Saya sangat terharu, keberadaan Warung Kembang dan Rumah Budaya Pendalungan ini sebenarnya berangkat drai upaya untuk meenjadi Rumah Seni dengan mementaskan beragam seni pendalungan secara terjadwal agar tidak hilang atau punah.  Kedatangan Wabup KH. Muchit Arief berikut pelaku seni sekabupaten dan dari kabupaten sekitar sangat mengejukan kami karena kepedulain mereka untuk datang sekaligus siap mengangkat budaya pendalungan menjadi ikon Jawa Timur bagian Timur dapat terwujud.”

Katanya, dalam mengisi aktifitas Rumah Budaya tersebut, phaknya secara reguler akan menampilkan beragam seni budaya Pnedalungan, mulai Janger, ludruk, wayang kulit ataupun seni tradisional lain seperti musik patrol dan seni tari..

Bahkan pihaknya juga memberikan kesempatan kepada semua pelajar ataupun masyarakat untuk belajar tentang seni tari , lukis dan seni lainnya secara terjadwal dan terbuka, termasuk sebagai wahana wisata budaya.

Dalam kesempatan itu, di tengah-tengah acara, ternyata Bupati jember Faida juga turut hadir di Rumah Budaya meski agak terlambat.

Menurut Bupati Faida, kedatangannya meski agak telat, di akui sebagai bentuk kepedulian terhadap komitmennya menghadiri setiap kegiatan meski di tengah-tengah kesibukan, terutama yang menyangkut upaya untuk mengangkat seni budaya lokal berikut hasl kerajinan khas.

“Memang agak terlambat kehadiran saya karena masih ada banyak agenda kegiatan sepanjang hari ini (Senin), namun saya paksakan hadir di Rumah Budaya ini karena masih berkaitan upaya pihak pengelola dalam mengangkat dan memperkenalkan produk dalam negeri sebagai sebuah komitmen demi kemajuan daerah.”

Sebelum meninggalkan lokasi acara, Bupati dan Wakil Bupati sempat meninjau arena display beagam produk kerajinan kahs daerah, baik yang di buat seniman maupun dari produk rumahan atau home industri hasil karya seniman lokal lain. (Ass/WDA)  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00