• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

"People of Nowhere" Juarai Festival Film HAM di Jakarta

18 January
21:34 2016
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : World Human Rights Award (WHRA) hadir di Jakarta untuk pertama kalinya. Festival yang mengkhususkan pada para sineas dan orang-orang yang membela Hak Asasi Manusia (HAM) ini menggelar Puncak Perayaan di Auditorium Jusuf Ronodipuro, Radio Republik Indonesia (RRI), pada Senin (18/1/2016) malam, bertepatan dengan Hari Martin Luther King Jr. Acara ini dihadiri oleh para sineas dari dalam dan luar negeri, para aktivis HAM dan sejumlah anggota masyarakat.

Sebanyak 215 film dari seluruh dunia ikut serta untuk diseleksi sejak pendaftaran festival ini dibuka.

Damien Dematra selaku founder dan director dari festival ini mengatakan, tujuan diselenggarakan festival ini adalah untuk menginspirasi dunia, bahwa di luar sana ada banyak orang yang peduli akan HAM dan rela memperjuangkannya, bahkan sampai mati.

"Festival ini juga diharapkan dapat menjadi panggung bagi para aktivis HAM yang belum dikenal dunia, namun terus membela HAM tanpa lelah," ujarnya.

Menurut anggota Dewan Pengawas LPP RRI, Dwi Hernuningsih, RRI sangat mendukung program-program siaran soal penegakan HAM, karena HAM merupakan isu yang berdampak luas terhadap kehidupan manusia.

"Untuk itu, RRI akan memberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk isu-isu yang berkaitan dengan penegakan HAM," jelasnya.

Pada malam penghargaan ini juga diumumkan pemenang Film Terbaik World Human Rights Award (WHRA). Film People of Nowhere karya sutradara Lior Sperandeo terpilih sebagai pemenang. Film dokumenterini memotret perjalanan sineas ke Lesvos, Yunani. Ia merekam pergumulan berat para pengungsi Suriah yang terus berharap dapat hidup dan bertahan.

Sang sineas yang sangat tersentuh dengan apa yang dilihatnya ini, juga bertemu dengan para relawan dari seluruh dunia yang turut membantu para korban. Mereka bekerja tanpa membedakan ras, agama dan latar belakang masing-masing.

"Film ini merupakan sebuah film bertema HAM terbaik sejauh yang pernah saya tonton. Film ini dapat mengubah kita ke arah yang lebih baik, dan membuka mata dunia bahwa dimana pun kita berada, selalu ada arahan untuk untuk perdamaian," ujar Damien Dematra, yang juga adalah sutradara film.

Turut berempati akibat bom yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta, 14 Januari lalu, di akhir acara ini diselenggarakan Deklarasi Internasional #INDONESIABERANI oleh mayarakat nasional dan internasional, yang ingin memberi pessan kepada dunia bahwa ketakuta dan kekerasan tdak akan memperbaiki semuanya. keberanian dan cinta kasih lah yang yang dapat melakukan segalanya.

"Peristiwa yang menimpa Jakarta kemarin ini menunjukkan betapa pentingnya HAM, dan seharusnya HAM jangan dipolitisir untuk kepentingan-kepentingan tertentu," ujar Lily Wahid, Penasihat Dewan Kreatif Rakyat (DKR).

Para sineas yang hadir dalam Festival Film HAM di Jakarta di antaranya Reshel Shah (Black Sheep), Narumol Sriyanond Bartone dan Dr Sittidet Mahasawangkul (Elerphants in Motion: Tales of Thai Elephant's Life Transformation), Yulia Matsiy (Ukraine. Paralipomenon. A Chronicle of Omissions), Wang Yimin (Offspring of Mount Tianshan), Nonilo Cruz, Lucky Guillermo, Miguel Villa-Real (Unsurrender 2 The Hunters ROTC Guuerrillas), Clebio Viriato Ribeiro dan Calo Quindere (The Legend of The Blac Cat), Siavash Jamali (Once upon a time, there was a man), Yu Han (Flamingo), serta lainnya.

Film-film pemenang World Human Rights Award (WHRA) dan partner festival lainnya akan diputar di Pusat Kebudayaan Rusia secara cuma-cuma mulai tanggal 21 hingga 27 Januari mendatang. (Heri.F/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00