• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Validitas Data Lahan Gambut Lahan Konsesi Dipertanyakan

9 February
14:27 2017
0 Votes (0)

KBRN, Palembang : Efektifitas upaya pencegahan kebakaran lahan gambut diwilayah konsesi yang dilakukan oleh pihak perusahaan perkebunan dipertanyakan menyusul metode pengawasan pembasahan lahan yang dianggap tidak akurat.

Sesuai dengan ketentuan, pihak perusahaan diwajibkan untuk mengawasi lahan konsesi yang rawan untuk terjadi kebakaran seperti dilahan gambut. Salah satu cara yang harus dilakukan yakni dengan melakukan pembasahan lahan (rewetting).

Untuk memastikan pembasahan lahan bekerja dengan baik, perlu dilakukan pemeriksaan ketinggian permukaan air secara berkala. Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengungkapkan, sebagian besar perusahaan masih menggunakan cara manual untuk memeriksa ketinggian permukaan air. Langkah ini dianggap tidak efektif dan dapat mengakibatkan kesalahan dalam pengolahan data.
"Lebih banyak perusahaan melakukan dengan cara manual. Jadi, petugas dalam satu atau dua minggu sekali datang ke titik lokasi mengukur dengan kayu atau penggaris. Cara seperti ini tingkat akurasinya rendah dan makan waktu karena lokasinya yang banyak dan jauh. Saat mereka kembali ke basecamp datanya bisa saja sudah berubah karena hujan dsb," jelas Nazir kepada wartawan disela acara Training of Trainer Tata Air Gambut di Palembang, Kamis (9/2/2017).
Sementara untuk monitoring pembasahan lahan gambut diluar lahan konsesi, diakui Nasir telah menggunakan alat dengan teknologi canggih untuk memgetahui kondisi ketinggian air secara akurat dan cepat. 
Menurut Nasir, pihak perusahaan sudah seharusnya mulai menggunakan teknologi dalam pengawasan lahan gambut. Bila tidak, dikhawatirkan data yang diberikan tidak valid sehingga hasil pengolahan data tidak akurat.
"Data yang mereka ambil dilaporkan ke Jakarta untuk diteruskan kepada Pemerintah. Bisa makan waktu satu bulan prosesnya. Kalau telatnya satu bulan pada musim kemarau datanya tidak valid, sementara kita ingin setiap hari dipantau," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00