Ormas Islam dan Ahmadiyah Bentrok
Friday, 30 July 2010 09:59

KUNINGAN     - Bentrok antara ormas Islam dan Jemaat Ahmadiyah pecah di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, kemarin (29/7). Perang batu membuat desa berpenduduk Ahmadiyah terbesar di Indonesia itu mencekam.   Seorang anggota Brimob dan tiga anggota ormas Islam terluka dalam peristiwa tersebut. Belum diketahui jumlah korban luka dari kubu Ahmadiyah. Berdasar informasi di tempat kejadian, ribuan anggota gabungan ormas Islam dari FPI, MMI, FUI, Foskawal, Garis, Gapas, Gamas, dan Siluman berkumpul Masjid Al Huda, Desa Manis Lor, untuk beristighotsah kemarin pukul 07.30. Mereka berasal dari Majalengka, Cirebon, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banten.

Di hadapan ribuan warga, para ulama bergiliran berbicara, termasuk bupati dan Kapolres. Imbauan bupati agar persoalan Ahmadiyah diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah membuat sejumlah ormas tidak puas. Mereka beralasan, pemerintah daerah beberapa kali gagal menyegel masjid dan musala Ahmadiyah.  Dengan alasan sama, sejumlah ormas memilih bertempur membumihanguskan Ahmadiyah. Niat itu ternyata langsung dilaksanakan. Setelah istighotsah, mereka bergerak ke kompleks Ahmadiyah. Aparat keamanan kelabakan juga melihat hal itu.  Dua kompi Brimob langsung disiagakan untuk menghadang massa ormas Islam dalam jarak 500 meter dari titik pertahanan warga Ahmadiyah. Saat itu, ribuan pemuda Ahmadiyah juga bersiap menyambut.

Saling dorong antara ormas Islam dan pasukan Brimob tak terelakkan. Situasi kian tak terkendali saat massa ormas Islam menghujani pasukan Brimob dengan batu. Akibatnya, seorang anggota Brimob terluka serius di bagian pinggang. Karena terus digempur batu, pertahanan anggota Brimob akhirnya goyah dan kocar-kacir.  Setelah mendobrak barisan Brimob, massa ormas Islam merangsek ke arah ribuan warga Ahmadiyah yang juga siap tempur. Dalam jarak sekitar 60 meter, saling lempar batu pecah. Suasana Desa Manis Lor langsung mencekam. Bentrok terus berlangsung hingga sekitar empat jam. Aksi dua kubu baru berhenti saat terdengar azan duhur dari masjid. Berkat negosiasi Kapolres dan jajarannya, dua kubu yang bertikai tersebut akhirnya membubarkan diri dan berkumpul di masjid masing-masing.  rri.co.id/dodo