Dua Kader PDIP Dicalonkan sebagai Bupati oleh Partai Lain
Tuesday, 09 February 2010 08:30
Tabanan     - Kemelut PDIP Tabanan Bali terkait dengan pencalonan bupati berlanjut. Dua kader partai yang ''dibuang'' DPP itu, Wayan Sukaja dan Putra Wirasan, malah dicalonkan partai lain. Yaitu, Golkar, Demokrat, dan Hanura. Pencalonan Sukaja-Wirasan oleh partai lain membuat DPC PDIP Tabanan meradang. Mereka meminta keduanya mengundurkan diri sebagai anggota PDIP. Menghadapi hal itu, keduanya bergeming dan balik menantang pengurus PDIP untuk memecat mereka. Sebagaimana diberitakan, kader PDIP Tabanan menyesalkan keputusan DPP yang mencabut rekomendasinya atas pasangan Sukaja-Wirasan dalam pemilihan bupati Tabanan tahun ini. DPP menggantinya dengan pasangan Eka-Jaya. Penggantian itu membuat kader PDIP Tabanan tersebut marah. Mereka bahkan membakar foto Megawati, yang selama ini disakralkan. DPP bergeming dan mengabaikan aspirasi kadernya di bawah tersebut.

Di tengah situasi itulah tiga partai lain tersebut seolah memancing di air keruh dengan mencalonkan Sukaja-Wirasan. Pencalonan itu kontan membuat gerah pengurus PDIP Tabanan sehingga muncul desakan untuk mundur itu. Tapi, Sukaja menolak dengan dalih tidak pernah menyalahi aturan partai. Kalaupun dia dipinang partai lain untuk maju dalam pilbup, menurut dia, itu membanggakan. "Harusnya PDIP bersyukur karena kadernya dicalonkan partai lain," kilahnya. Menurut dia, kalau tidak suka dengan pencalonan partai lain itu, seharusnya partai memecatnya. Dia pun menyatakan siap menerima sanksi tersebut.  Sikap serupa disampaikan Wirasana, yang saat ini menjabat wabup Tabanan. "Saya pikir, semua organisasi, termasuk parpol, punya aturan mengenai itu (sanksi pecat, Red). Jadi, saya siap-siap saja," kelakarnya.

Bendahara DPD PDIP Tabanan Wayan Sarjana menyarankan keduanya mengundurkan diri. ''Itu pilihan yang lebih baik. Kalau dipecat, kan malu selaku calon bupati. Masak calon bupati dipecat," katanya. Yang pasti, DPC PDIP Tabanan sudah memberi batas waktu bagi keduanya untuk mengundurkan diri. Wakil Ketua Bapilu DPC PDIP Tabanan Ketut Purnaya menyatakan, keduanya terancam sanksi pecat. ''Kalau sampai mendaftar ke KPUD Tabanan dan tidak mengundurkan diri dari PDIP, ada langkah organisasi. Yaitu, kami akan usulkan keduanya ke induk partai, baik DPD maupun DPP, untuk mendapat sanksi pecat," paparnya. Di sisi lain, pasangan Eka-Jaya berencana mendaftarkan diri ke KPU Tabanan hari ini (8/2). Saat mendaftar, keduanya akan diantar massa PDIP. "Paling sedikit 10 ribu kader dan simpatisan PDIP akan ikut deklarasi dan pendaftaran ke KPUD Tabanan besok (hari ini, Red)," ungkap Sarjana.       rri.co.id/dodo