Pengguna Twitter Protes Dengan Pemberlakuan Sensor Tweets Mereka

Sabtu , 28 Januari 2012 21:29:11

Oleh : Nugroho

 

KBRN, Paris: Beberapa pengguna Twitter mencoba mengendalikan kekuasaan mengatur situs jaringan sosial ini terhadap situs itu sendiri dengan melakukan boikot menggunakan hashtags # TwitterBlackout, # TwitterCensored, dan # J28 untuk menyebarkan berita tentang boikot Twitter pada hari ini, Sabtu (28/1).

Hal ini dikarenakan kemarin, pihak Twitter mengatakan bersedia menghapus tweets dengan basis country-by-country bila ada pembatasan lokal terhadap konten di dalam tweets, dan ketika negara ingin tweets turun.

CNET.com dalam situsnya menyebutkan Direktur Reporters Without Borders telah melayangkan surat kepada pihak Twitter agar menarik kembali pembatasan-pembatasan tersebut, seraya mengingatkan peran penting Twitter sebagai bagian dari Kebangkitan Arab di masa-masa kejatuhan rezim Mubarak di Mesir.

"Kami sangat terganggu dengan keputusan ini, yang tidak lain sensor tingkat lokal dilakukan melalui kerjasama dengan pemerintah setempat dan sesuai dengan peraturan lokal, yang sering melanggar standar internasional atas hak kebebasan berbicara," Direktur Reporters Without Borders, Olivier Basille, menulis hal tersbut dalam suratnya ke Twitter. "Posisi Twitter dimana kebebasan berekspresi ditafsirkan berbeda dari satu negara ke negara adalah tidak dapat diterima."

"Bila akhirnya memilih untuk menyelaraskan diri dengan sensor, Twitter telah merampas aktifis-cyber di negara-negara represif dari alat penting untuk informasi dan organisasi," tulis Basille dalam suratnya. Basille juga mengklaim alasan utama Twitter setuju untuk jenis "penyensoran" ini adalah karena mereka mencoba untuk menembus pasar Cina, di mana layanannya telah diblokir. (NGH/CNET.com/Reporters Without Borders/BCS)

(Editor : Besty Simatupang)





Dibaca Sebanyak :18 kali

0 Komentar
 

Program Unggulan RRI

 
Nama:
Email:
Komentar: