Sekali Di Udara Tetap Di Udara
KBRN, Davos: Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda mengatakan diskusi panel berada dalam resiko, saat diwawancarai melalui jaringan video dari Tokyo yang dipandu oleh NHK pada Pertemuan Forum Ekonomi Dunia Tahunan di Davos-Klosters, Sabtu (28/1), yang oleh pihak Jepang memandang krisis utang Eropa sebagai resiko utama di horizon saat ini.
Noda mengatakan bahwa Jepang telah bekerja sama dengan Korea Selatan dan India untuk mengurangi resiko krisis ini menyebar ke Asia, dan negara ini siap untuk membantu di Eropa. "Jepang siap mendukung zona euro sebanyak mungkin," katanya.
Beralih ke situasi di Jepang, Noda mengatakan bahwa pemulihan wilayahnya dari gempa, tsunami dan krisis nuklir tahun lalu sudah berjalan dengan baik, dan menurutnya pula sudah waktunya bagi investor untuk mencari kesempatan di Jepang.
Perdana Menteri Jepang mengatakan ia menyadari bahwa pasar internasional Jepang tengah mengamati dengan seksama. Disebutkannya, sasaran yang ingin dicapai negara saat ini adalah pertumbuhan yang berkelanjutan dengan disiplin fiskal, yang kemungkinan akan melibatkan peningkatan pajak serta pemotongan anggaran, sambil mempertahankan sistem jaminan sosialnya.
Noda mengakui bahwa Jepang masih mengalami kekurangan tenaga listrik dengan hilangnya reaktor nuklir Fukushima, namun langkah-langkah konservasi dan tumbuhnya kesiagaan masyarakat untuk tidak membuang-buang listrik telah berhasil mengkompensasi kekurangan tersebut.
Bencana tahun lalu membantu memicu semangat baru inovasi dan Jepang sedang mengalami minat baru dalam energi terbarukan, penyimpanan baterai dan smart grid.
Mengenai politik domestik Jepang, Noda berjanji dalam masa kepemimpinannya akan bertindak lebih tegas dan memisahkan diri secara tegas dari politik dari masa lalu. (KBRN/Rell/World Economic Forum/BCS)