Krisis Pangan Di Niger Makin Memburuk Bagi Balita

Sabtu , 28 Januari 2012 20:23:18

Oleh : Nugroho

 

KBRN, Niger: Kesempatan untuk mencegah krisis pangan utama di negara Afrika Barat Niger akan tertutup dengan cepat, sebagaimana diperingatkan lembaga amal Save the Children.

Lembaga amal ini mengatakan enam juta orang, setengah dari mereka anak-anak, berada dalam resiko setelah panen gagal yang menyebabkan kekurangan pangan dan kenaikan harga.

Lembaga ini telah meluncurkan permintaan untuk meningkatkan bantuan menjadi £ 30 milyar, seraya memperingatkan krisis bisa seserius bencana di Afrika Timur.

Negara ini memang menjadi salah satu negara dengan tingkat kelangsungan hidup anak terburuk di dunia.

Satu dari enam anak meninggal di bawah usia lima tahun, dengan setengah dari kematian terkait dengan malnutrisi, lembaga amal ini mengatakan.

Direktur Save The Children, Gareth Owen mengatakan, "Prediksi untuk Niger membuat menjadi suram, dan kita tahu bahwa anak-anak selalu yang pertama menderita dampak mematikan dari kelaparan dan malnutrisi.

"Jika kita bertindak sekarang kita dapat mencegah kematian sia-sia ribuan anak-anak, tetapi jendela kesempatan untuk mencegah krisis ini menutup dengan cepat."

"Jika kita menunggu untuk bertindak sampai anak-anak sekarat, maka itu sudah akan terlalu terlambat."

Ketidakstabilan di negara-negara tetangga telah mempengaruhi perdagangan lintas batas, sehingga Niger tidak dapat mengimpor banyak makanan pokok yang sangat dibutuhkan pada saat kekurangan.

Wartawan BBC di Niger, mengatakan seluruh wilayah Sahel di Afrika Barat memiliki resiko yang sama, tetapi Niger menjadi perhatian khusus karena banyaknya jumlah yang terlibat. (NGH/BBC/BCS)

(Editor : Besty Simatupang)





Dibaca Sebanyak :15 kali

0 Komentar
 

Program Unggulan RRI

 
Nama:
Email:
Komentar: