Sekali Di Udara Tetap Di Udara
KBRN, Sumenep : Ratusan meter pesisir pantai selatan Desa Banmaleng Pulau Gili Raje Kecamatan Pulau Gili Genting Sumenep mengalami abrasi. Kondisi ini terjadi akibat hantaman ombak selama cuaca buruk sehingga pesisir pantai wilayah tersebut tergerus air laut.
Kepada RRI, salah seorang tokoh masyarakat pulau Gili Raje, Maulidi Akbar, Sabtu (28/01) menngatakan, berdasar pantauannya pasang pesisir pantai yang terkena abrasi akibat dihantam ombak saat air pasang mencapai 750 meter dengan seluas 2 hingga 3 meter dari bibir pantai.
Akibat abrasi ini, sebagian kompleks pemakaman Desa setempat tergerus air, bahkan beberapa petak lahan pertanian produktif banyak yang rusak dimakan air laut. Hingga saat ini, kondisi tersebut belum mendapat perhatian dari Pemerintah setempat, sehingga perbaikannya dilakukan dengan cara swadaya masyarakat.
"Untuk sementara warga setempat membuang benteng pertahanan dengan memasang bambu-bambu dan batu dipesisir pantai agar tidak tambah parah," ujar Maulidi.
Maulidi meminta Pemkab Sumenep melalui instansi terkait segera turun tangan menangani kasus abrasi yang terjadi dipulau Gili Raje. Sebab, jika dibiarkan abrasi tersebut semakin parah dan bias membahayakan keselamatan warga khususnya di pesisir pantai, apalagi saat ini kondisi ombak sangat tinggi sehingga rawan jebol.
"Pemerintah jangan diam saja, kalau abrasi ini tidak segera ditangani maka warga khususnya yang tinggal dipesisir pantai bisa mati karena dihantam ombak”, jelasnya. (Nata-Faisal Warid/BCS)
(Editor : Besty Simatupang)