• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kodim 1602 Ende Gelar Sosialisasi Limatere - Listrik Mandiri Tentara Rakyat Ende

31 January
18:47 2017
0 Votes (0)

Kodim 1602 Ende Gelar Sosialisasi Limatere - Listrik Mandiri Tentara Rakyat Ende 

Limatere atau Listrik Mandiri Tentara Rakyat Ende adalah program dari TNI AD  sebagai salah satu upaya dan solusi menjawab ketidaktersediaan listrik bagi sebagian masyarakat di Ende. Hal itu disampaikan Dandim 1602/Ende - Suteja, dalam sambutannya mengawali Sosialisasi Limatere di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Ende , Selasa 31 Januari 2017. Dihadapan para peserta sosialisasi Dandim 1602 Ende mengatakan, kurang lebih 5.656 KK dari 47 Desa dan 9 Dusun yang tersebar di kab ende saat ini masih belum dialiri listrik, sehingga dengan program ini diharapkan agar masyarakat yang belum menikmati listrik , akan terpenuhi hak nya. 

Sementara itu , dalam sambutannya Bupati Ende Ir. Marselinus Y. W Petu menyambut baik program Limatere yang diprakarsai oleh Dandim 1602/Ende. Pada Kesempatan tersebut Bupati ende sekaligus menghimbau Para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Ende , terutama yang wilayahnya belum dialiri listrik , untuk dapat menangkap peluang ini demi mengatasi ketersediaan listrik , mengingat PLN sampai saat ini belum bisa mengatasi persoalan listrik sampai ke wilayah desa yang terpencil. Bupati Marsel juga mengapresiasi pihak Kodim 1602/Ende yang sudah menghadirkan Ujang Koswara - Penemu Listrik Madiri Rakyat untuk melatih para kepala desa dan generasi muda di ende , untuk merakit Limatere tersebut .

Penemu Listrik Mandiri Rakyat (Limar) tanpa jaringan kabel PLN  , yang juga adalah Ketua Yayasan Pilar Peradaban di Bandung  Ujang Koswara , saat memberikan sosialisasi mengatakan, penggunaan Limar jauh lebih hemat dibanding penggunaan lampu minyak tanah. Penggunaan Limar juga lebih aman, katanya ketika menjelaskan temuannya itu. 

“Untuk program limar sendiri sudah di lakukan di berbagai daerah seperti di Lombok, Tasikmalaya,” kata Ujang.

Limar ini hanya menggunakan satu accu (aki) dalam satu rumah yang dengan menggunakan 5 bolam lampu dengan ukuran 1 watt, setara dengan lampu ukuran 10 watt. Aki yang di gunakan berukuran 35 ampere. Produksi limar ini hanya satu-satunya di dunia dan kini di produksi ribuan unit untuk di kirim ke Myanmar.  “Kesejahtraan rakyat jangan hanya diukur dengan sembako tapi dengan listrik,” kata Ujang Koswara penuh inspirasi.

Untuk membuat limar hanya membutuhkan Rp  1 juta saja untuk satu rumah. Dia membuat semua ini agar menjadi solusi bagi mereka, Ujang selalu membayangkan mengalami seperti masyarakat yang hidup dalam kegelapan jika malam tiba. Yayasan yang dipimpinnya menurut Ujang , telah melakukan MoU dengan Mabes TNI dalam program Serbuan Teritorial , untuk melakukan sosialisasi penggunaan Limar ini. 

Hadir pada acara tersebut Ketua DPRD Ende , Kapolres Ende , Kajari Ende, Pimpinan Bank BRI , BNI , Kepala RRI Ende , para Camat dan Kepala Desa se Kab Ende, Danramil , Babinsa ,serta tamu undangan lainnya. NDY - RRI 

  • Tentang Penulis

    Natalia Desiyanti

    REPORTER PRESENTER RRI TLP / SMS / WA : 082 145 171 444

  • Tentang Editor

    Natalia Desiyanti

    REPORTER PRESENTER RRI TLP / SMS / WA : 082 145 171 444

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00