• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan Kriminal

Heriyanto Pelaku Kasus Pembunuhan Berencana Disertai Mutilasi Vonis Mati

22 November
19:31 2017
1 Votes (4)

KBRN, Bengkalis : Sidang kasus Pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap Bayu Santoso (27 tahun) warga Desa Tanjung Medang, Rupat Utara, Jum'at (25/3/2017) silam dengan Agenda putusan Majelis Hakim dikawal pihak kepolisian di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Bengkalis.Rabu,(22/11/2017).

Sidang sempat terjadi penundaan sekali, agenda sidang vonis atau putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis terhadap tiga terdakwa Andrian alias Gondrong (29), Ali Akbar alias Barok (25) dan Heriyanto (28), 

Sidang pembacaan putusan ketiga terdakwa oleh majelis hakim dilakukan satu persatu dan terpisah. 

Sidang pembacaan vonis tersebut yang pertama terhadap terdakwa Andrian alias Gondrong. Andrian alias Gondrong secara sah dan meyakinkan melanggar pasal Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana divonis majelis hakim dengan hukuman pidana penjara selama seumur hidup. 

Andrian alias Gondrong terbukti melakukan perencanaan sebelum terlibat menikam korban atau menghabisi nyawa korban, kemudian melarikan diri ke hutan. Atas putusan ini Andrian alias Gondrong menyatakan banding, sedangkan JPU pikir pikir.

Sidang putusan majelis hakim kedua terhadap Ali Akbar alias Barok terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana dakwaan pertama terhadap korban Bayu Santoso. Ali Akbar dijatuhi dengan hukuman penjara selama 20 tahun. Ali Akbar berperan memegang korban Bayu Santoso, atas putusan ini, Ali Akbar alias Barok nyatakan terima. 

Sidang putusan atau vonis majelis hakim terakhir adalah Hariyanto, terdakwa diyakini paling berperan dalam pembunuhan berencana dan melakukan mutilasi terhadap korban Bayu Santoso di rumah toko (Ruko)-nya sendiri. 

Majelis hakim memutuskan, terdakwa Heriyanto terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana kemudian melakukan mutilasi terhadap korban sebagaimana dakwaan pertama, Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. 

Majelis hakim menjatuhi hukuman terhadap Heriyanto dengan hukuman pidana mati. 

Karena dalam fakta persidangan masih ada waktu untuk terdakwa memikirkan kembali rencana melakukan pembunuhan itu. 

Terdakwa menusuk korban dan kemudian panik lalu memotong-motong tubuh korban menjadi beberapa bagian untuk menghilangkan jejak.

Putusan majelis hakim ketiga terdakwa ini, lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dibacakan sebelumnya, hanya hukuman selama 18 tahun penjara. 

Atas putusan majelis hakim ketiga terdakwa ini JPU Kejari Bengkalis nyatakan pikir-pikir. "Kita akan pikir-pikir," ungkap salah seorang JPU, Handoko, SH. 

Sidang berlangsung di Ruang Cakra dipimpin Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno, SH, MH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan JPU, Handoko, SH dan Reza Vahlefi, SH. Ketiga terdakwa didampingi Penasehat Hukum (PH) Windrayanto, SH.(TSMI).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00